午前 の 日記

Jejak langkah jalan sunyi

Doa (Yang tidak Mengancam*)

with 7 comments

Engineer merupakan makhluk yang presisi. Setiap lorong kehidupannya penuh detail uraian serpihan pikirannya. Tapi kadang malah lupa dengan yang esensial. Seperti halnya yang terjadi di Jumat sore itu. Selepas shalat asyar, manusia itu langsung murmuring melafalkan wirid yang biasa ia baca sehabis shalat fardlu. Setelah itu dia langsung berdoa dengan khidmad (karena dia tahu kalau saat itu adalah saat yang mustajab, saat terkabulnya doa). Lantunan doa-doa itu adalah:

Ya Allah, saya butuh W380i. Bentuknya flip, ada kameranya, bisa muter lagu, bisa GPRS dan bisa basa jawa sehingga saya bisa ngejalanin shMessenger, biar saya tetap bisa YM-an di sana-sini. Sebenarnya sih saya pengen yang W980i, tapi kayaknya kemahalan. Jadi ya W380i saja sudah cukup. Saya sudah “marem” kok. Toh “simbak itu” juga pake W380i.

Ya Allah, saya butuh istri baru! Sampean kan tahu, saya belum punya istri sama sekali. Satu istri dulu juga cukup. Speknya se muslimah, berpenampilan menarik, menguasai .NET atau J2EE, diutamakan yang memiliki sertifikasi CCNA atau Oracle. Eh maaf, ketuker sama lowongan programmer di kantor saya.

Ya Allah, saya butuh lolos test S2 nih. Nggak enak sama si bos kalo sampai nggak lolos. “Isin aku rek”. Sampean kan tau juga kalo si bos sudah bela-belain “ngasih” uang buat pendaftaran.

Ya Allah, saya pengen punya rumah pohon seperti yang di New York Times itu lho. Nggak papa lah kalo saya nanti dipanggil tarsan, yang penting saya bisa nangkring di atas pohon itu sambil coding dan mendengarkan simbak Mariah Carey melantunkan lagu Bye Bye. Sesekali nyeruput teh anget atau kopi hitam dingin.

Nampaknya engineer ini kelupaan pada satu permintaan terpenting, yaitu minta diampuni dosa-dosanya.

*) Tidak ada hubungannya dengan film “Doa Yang Mengancam” yang diperankan oleh Aming. :P

Written by Agust Andy

November 9, 2008 pada 23:42

Ditulis dalam Satire, Soliloquy

Ditandai dengan

7 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Hak hak hak.. *berguling-guling di manapun*
    jan, kayaknya aku kenal sama engineer yang doanya begini :F

    –huks, curang, curang, koq aku ra ditlepon–

    inoi

    November 11, 2008 at 15:43

  2. bagian mananya yang ngancem, goz?

    Galih

    November 12, 2008 at 06:48

  3. @inoi
    Hmm..

    @Galih
    kan tidak mengancam :p

    Agust Andy

    November 12, 2008 at 16:21

  4. Itu doamu ya Zan?
    Ada lagi satu permintaan yg gak kalah penting…

    — Aaaaaamin (semoga Allah mengabulkan). —

    Kan mubadzir dah doa sambil berbusa tapi gak mengharap dikabulkan. -_-

    Verino

    November 12, 2008 at 20:54

  5. weleh weleh lucu lucu doanya n IF bgt, tak dukung doamu guz, istri bisa .NET dan J2EE kan bisa dipekerjakan :) )

    rosa

    November 13, 2008 at 07:53

  6. @Verino
    Hohoho, itu juga termasuk yang terlupakan. :)

    @rosa
    Wah ide bagus tuh.
    Ehm…Hehehemm…

    Agust Andy

    November 21, 2008 at 18:30

  7. Ini sih bukan doa yg menancam tapi doa orang ngeyel … hehehe

    Oemar Bakrie

    November 24, 2008 at 23:20


Tinggalkan Balasan