午前 の 日記

Jejak langkah jalan sunyi

Periksa Bawaan Anda

tinggalkan komentar »

Ada yang menarik pada khutbah Jumat siang tadi. Tema yang bersesuaian dengan akhir tahun. Apa itu? Persiapan menyambut tahun baru serta evaluasi terhadap kinerja kita selama setahun.

Perjalanan hidup kita makin tahun tentunya makin mendekati dengan kematian. Ibarat suatu perjalanan, umur kita sekarang adalah jarak yang sudah ditempuh, sedangkan sisa umur kita adalah jarak yang masih harus kita lewati. Apa yang dibutuhkan dalam perjalan? Tentunya bekal. Bekal yang menunjang perjalanan. Kita perlu jeli dengan bawaan kita. Jangan-jangan kita membawa barang yang tidak kita butuhkan dan mengganggu perjalan. Lebih sial lagi kalo ternyata isi bekal kita adalah sampah yang mengandung kuman penyakit. Jangan-jangan secara tidak sadar kita yang mengumpulkan bekal yang berupa hazardous waste.

 

Selamat jalan Pak Suparsun! Tetanggaku di kampung, bapak dari teman karibku, serta teman main catur pas ronda. Semoga Allah mengampuni dan menyayangi Sampean, serta mengangkat derajat keluarga yang ditinggalkan. Saya kaget, kok Sampean tiba-tiba saja perginya.

Written by Agust Andy

Desember 27, 2008 pada 02:33

Tinggalkan Balasan