午前 の 日記

Jejak langkah jalan sunyi

Archive for the ‘Murmuring’ Category

ThePirateBay.org tracker offline

with 3 comments

Sebenarnya saya sudah agak lama mengikuti kelanjutan persidangan antara pihak PirateBay dengan pihak pemerintah Swedia. Namun yang paling mengagetkan terjadi beberapa hari yang lalu, dan efeknya masih terasa sampai sekarang. Fasilitas Tracker yang ada di PirateBay di-offline-kan secara tidak langsung. Kok bisa? Ternyata ISP yang melayani PirateBay ini diancam denda sebesar 500.000 kroner (sekitar $70,600 USD) jika tetap memberikan layanan.

Akibat kematian tracker terbesar ini, banyak torrent yang tidak jalan. D’oh! Apakah nasib PirateBay ini akan sama dengan almarhum tracker-tracker pendahulunya? Kita tunggu saja kelanjutan kisahnya.

Ref:
The PirateBay taken offline by Swedish authorities
the PirateBay@Wikipedia

Written by Agust Andy

September 3, 2009 at 22:49

Ditulis dalam Daily Life, Murmuring

Ditandai dengan

Dini Hari Ini

with 5 comments

Enaknya Nyepi ke mana ya?
Hmm,

Written by Agust Andy

Maret 26, 2009 at 01:29

Ditulis dalam Murmuring, w380i

Ditandai dengan

Pada Suatu Ketika

with 2 comments

Shalat itu lebih baik daripada tidur..

— diambil dari panggilan adzan di pagi hari.

Written by Agust Andy

Januari 22, 2009 at 05:43

Ditulis dalam Murmuring, Nyanyian Sunyi, Song of the Day

Ditandai dengan ,

Syubbiha Lahum

with 2 comments

Saat ini hampir semua operator seluler di negara ini telah menyediakan layanan paket data. Minimal GPRS, yang jangkauannya sampai ke pelosok desa. Akibatnya teman saya yang ada di kampung sana bisa menikmati layanan itu dan bisa YM-an sama saya. Boring dikit langsung buka YM dan voila, teman-teman yang berjauhan secara geografis langsung terhubung dengan kita. Chit-chat pun segera terselenggara.

Tak terkecuali siang itu, teman saya mengikuti kondangan di pernikahan salah satu saudaranya. Seperti biasa, ritual kondangan di kampung saya suka ngaret. Misalnya di undangan tertera “acara dimulai pukul 9.00 WIB”, ternyata acara dimulai pukul 10.30 atau paling sial menunggu sampai sekian persen undangan datang. Mirip angkot yang sedang ngetem. Jadi wajar kalau siang itu teman saya super boring. Sebagai teman boring, dia kemudian membuka “kotak ajaib” dan memulai menyapa saya.

Ndi, aku lagi melu kondangan ki. Bosen rek! Guess what! Aku lungguh sebelahe bapakmu. Arep kirim salam ta?
(Ndi, aku sedang ikut resepsi pernikahan ni. Bosan banget ternyata. Coba tebak! Aku duduk di sebelah bapakmu lho. Mau saya salamin?).

Lho, Bapakku kan lagi OTW ke Bandung. Mo ikut wisudaan anaknya. Coba lihat lebih seksama, kalo perlu ajak ngobrol, tukeran nomor HP kek, pokoknya apa saja yang membuktikan bahwa dia bapak saya. Hehehe.

Sore harinya, dengan agak malu-malu dia bilang ke saya (via YM tentunya). Ternyata yang duduk di sebelahnya itu pakdenya yang tinggal di desa sebelah. Alamaaak! Keluarga sendiri nggak tau, masih saudara ortu pula. Kebangeten!

Nampaknya saya tidak sekali ini berhadapan dengan kasus “salah orang”. Idul Fitri tahun ini (2008), justru terjadi pada saya. Banyak kerabat yang salah mengenali saya. Kebetulan adik saya yang nomor dua tidak lebaran bersama tahun ini, jadi saya disangka adik saya itu. Anehnya, yang salah mengenali ini justru kerabat yang muda-muda – paman, bibi, sepupu bapak-ibu. Sedangkan generasi tua – saudara kakek-nenek serta satu kakek yang tersisa – malah bisa mengenali saya dengan baik dan benar. D’oh! Mungkin karena saya jarang pulang dan berinteraksi dengan mereka, sehingga saya jadi makhluk mitologi yang tidak mungkin ditemui di saat-saat seperti itu. Nah lho!

Mungkin bersambung..

Written by Agust Andy

Desember 28, 2008 at 17:53

Ditulis dalam Inu (犬), Murmuring, Neko (猫)

Sensitif

without comments

Di suatu pagi yang agak mendung dan mengandung hawa dingin:
Why’re you so insensitive?
What??. Plis deh! Saya kan cowok. Mana bisa saya sesinsitif sampean yang lg PMS.”

Written by Agust Andy

Desember 20, 2008 at 20:40