- Karma cantik..
- Tower of Hanoi
- Google suggestion
- why
Kategori: Daily Life · Soliloquy
If you want to study, go to London.
If you want to eat something good, go to Paris.
If you want to want to buy clothes, go to Milan.
If you want to listen to music, go to Vienna.
If you want to dance, go to Rio.
If you want to die… please come to my hospital.
Kategori: Komputer · Murmuring · Soliloquy
Ditandai: Java Programming Language, Lotus Domino, Spring, Hibernate, Spring Framework
![]()
Engineer merupakan makhluk yang presisi. Setiap lorong kehidupannya penuh detail uraian serpihan pikirannya. Tapi kadang malah lupa dengan yang esensial. Seperti halnya yang terjadi di Jumat sore itu. Selepas shalat asyar, manusia itu langsung murmuring melafalkan wirid yang biasa ia baca sehabis shalat fardlu. Setelah itu dia langsung berdoa dengan khidmad (karena dia tahu kalau saat itu adalah saat yang mustajab, saat terkabulnya doa). Lantunan doa-doa itu adalah:
Ya Allah, saya butuh W380i. Bentuknya flip, ada kameranya, bisa muter lagu, bisa GPRS dan bisa basa jawa sehingga saya bisa ngejalanin shMessenger, biar saya tetap bisa YM-an di sana-sini. Sebenarnya sih saya pengen yang W980i, tapi kayaknya kemahalan. Jadi ya W380i saja sudah cukup. Saya sudah “marem” kok. Toh “simbak itu” juga pake W380i.
Ya Allah, saya butuh istri baru! Sampean kan tahu, saya belum punya istri sama sekali. Satu istri dulu juga cukup. Speknya se muslimah, berpenampilan menarik, menguasai .NET atau J2EE, diutamakan yang memiliki sertifikasi CCNA atau Oracle. Eh maaf, ketuker sama lowongan programmer di kantor saya.
Ya Allah, saya butuh lolos test S2 nih. Nggak enak sama si bos kalo sampai nggak lolos. “Isin aku rek”. Sampean kan tau juga kalo si bos sudah bela-belain “ngasih” uang buat pendaftaran.
Ya Allah, saya pengen punya rumah pohon seperti yang di New York Times itu lho. Nggak papa lah kalo saya nanti dipanggil tarsan, yang penting saya bisa nangkring di atas pohon itu sambil coding dan mendengarkan simbak Mariah Carey melantunkan lagu Bye Bye. Sesekali nyeruput teh anget atau kopi hitam dingin.
Nampaknya engineer ini kelupaan pada satu permintaan terpenting, yaitu minta diampuni dosa-dosanya.
*) Tidak ada hubungannya dengan film “Doa Yang Mengancam” yang diperankan oleh Aming.
They say that death is a tragedy
It comes once and then it’s over *)
Kalau memang dia itu bernama tragedi,
semoga dia tidak “kasar” ketika menjemput Sampean.
Toh, momen tersebut sudah berlalu dan tidak perlu ditakuti lagi.
Kalau memang dia sebagai wisuda atas kesabaran Sampean selama ini,
semoga Sampean lulus dengan hasil melebihi yang Sampean harapkan.
Sampean sudah banyak melalui derita itu.
Sampean berhak menikmati kerja keras itu.
Tentu saya juga bersedih.
Itu bagian dari kemanusiaan saya.
Tapi apa kesedihanku, kesedihannya,
dan kesedihan orang-orang itu akan membawa Sampean kembali?
Bukan. Sampean tidak butuh kembali.
Sampean hanya perlu tempat yang lebih baik.
Tempat yang tidak mengharuskan Sampean,
cuci darah tiap beberapa minggu sekali.
*) potongan lagu Heart Like a Wheel by the Corrs
Kategori: Daily Life · Soliloquy
Ditandai: Epitaph, the Corrs