Entries categorized as ‘Inu (犬)’
My first program taught me a lot about the errors that I was going to be making in the future, and also about how to find errors. That’s sort of the story of my life, making errors and trying to recover from them. I try to get things correct. I probably obsess about not making too many mistakes.
– Diambil dari The ‘Art’ of Being Donald Knuth.
Kategori: Inu (犬) · Neko (猫) · Quotation of the Day
Ditandai: Donald Knuth, Programming
If you want to study, go to London.
If you want to eat something good, go to Paris.
If you want to want to buy clothes, go to Milan.
If you want to listen to music, go to Vienna.
If you want to dance, go to Rio.
If you want to die… please come to my hospital.
Kategori: Inu (犬) · Neko (猫) · Soliloquy
Waljinah’s Version
Umpomo sliramu sekar melati,
aku kumbang nyidam sari.
Umpomo sliramu margi wong manis,
aku kang bakal ngliwati.
Seneksen lintange luku,
semono janji prasetyaning ati.
Tansah kumanthil ing netro rinoso,
kroso rasaning ndriyo.
Chorus:
Mibero sak jagad royo,
kalingono wukir lan samudro.
Ora ilang memanise,
aduuh, dadi ati sak lawase.
..
Nalika niro ing wengi,
atiku lamlamen marang sliramu.
Nganti mati takkan biso lali,
lha kae lintange wluku.
Chorus
Meskipun orang jawa, ternyata saya tidak begitu mengerti arti bait-bait lagu yang ditembangkan simbok Waljinah itu. Syukur-syukur nggak salah apa yg saya dengar & tuangkan dalam tulisan. Benar-benar menggelikan, sampai dibela-belain belajar sama James Gosling hanya untuk belajar basa Java. Ups, itu kan bahasa makhluk lain bikinan manusia.
Have a nice weekend! Sudahkah Sampean men-campursari hari ini?
Kategori: Inu (犬) · Neko (猫) · Song of the Day
Ditandai: Campur Sari, Gending Jawa, Waljinah

Saat ini hampir semua operator seluler di negara ini telah menyediakan layanan paket data. Minimal GPRS, yang jangkauannya sampai ke pelosok desa. Akibatnya teman saya yang ada di kampung sana bisa menikmati layanan itu dan bisa YM-an sama saya. Boring dikit langsung buka YM dan voila, teman-teman yang berjauhan secara geografis langsung terhubung dengan kita. Chit-chat pun segera terselenggara.
Tak terkecuali siang itu, teman saya mengikuti kondangan di pernikahan salah satu saudaranya. Seperti biasa, ritual kondangan di kampung saya suka ngaret. Misalnya di undangan tertera “acara dimulai pukul 9.00 WIB”, ternyata acara dimulai pukul 10.30 atau paling sial menunggu sampai sekian persen undangan datang. Mirip angkot yang sedang ngetem. Jadi wajar kalau siang itu teman saya super boring. Sebagai teman boring, dia kemudian membuka “kotak ajaib” dan memulai menyapa saya.
“Ndi, aku lagi melu kondangan ki. Bosen rek! Guess what! Aku lungguh sebelahe bapakmu. Arep kirim salam ta?“
(Ndi, aku sedang ikut resepsi pernikahan ni. Bosan banget ternyata. Coba tebak! Aku duduk di sebelah bapakmu lho. Mau saya salamin?).
“Lho, Bapakku kan lagi OTW ke Bandung. Mo ikut wisudaan anaknya. Coba lihat lebih seksama, kalo perlu ajak ngobrol, tukeran nomor HP kek, pokoknya apa saja yang membuktikan bahwa dia bapak saya. Hehehe.“
Sore harinya, dengan agak malu-malu dia bilang ke saya (via YM tentunya). Ternyata yang duduk di sebelahnya itu pakdenya yang tinggal di desa sebelah. Alamaaak! Keluarga sendiri nggak tau, masih saudara ortu pula. Kebangeten!
Nampaknya saya tidak sekali ini berhadapan dengan kasus “salah orang”. Idul Fitri tahun ini (2008), justru terjadi pada saya. Banyak kerabat yang salah mengenali saya. Kebetulan adik saya yang nomor dua tidak lebaran bersama tahun ini, jadi saya disangka adik saya itu. Anehnya, yang salah mengenali ini justru kerabat yang muda-muda – paman, bibi, sepupu bapak-ibu. Sedangkan generasi tua – saudara kakek-nenek serta satu kakek yang tersisa – malah bisa mengenali saya dengan baik dan benar. D’oh! Mungkin karena saya jarang pulang dan berinteraksi dengan mereka, sehingga saya jadi makhluk mitologi yang tidak mungkin ditemui di saat-saat seperti itu. Nah lho!
Mungkin bersambung..
Kategori: Inu (犬) · Murmuring · Neko (猫)

Ada yang menarik pada khutbah Jumat siang tadi. Tema yang bersesuaian dengan akhir tahun. Apa itu? Persiapan menyambut tahun baru serta evaluasi terhadap kinerja kita selama setahun.
Perjalanan hidup kita makin tahun tentunya makin mendekati dengan kematian. Ibarat suatu perjalanan, umur kita sekarang adalah jarak yang sudah ditempuh, sedangkan sisa umur kita adalah jarak yang masih harus kita lewati. Apa yang dibutuhkan dalam perjalan? Tentunya bekal. Bekal yang menunjang perjalanan. Kita perlu jeli dengan bawaan kita. Jangan-jangan kita membawa barang yang tidak kita butuhkan dan mengganggu perjalan. Lebih sial lagi kalo ternyata isi bekal kita adalah sampah yang mengandung kuman penyakit. Jangan-jangan secara tidak sadar kita yang mengumpulkan bekal yang berupa hazardous waste.
Selamat jalan Pak Suparsun! Tetanggaku di kampung, bapak dari teman karibku, serta teman main catur pas ronda. Semoga Allah mengampuni dan menyayangi Sampean, serta mengangkat derajat keluarga yang ditinggalkan. Saya kaget, kok Sampean tiba-tiba saja perginya.
Kategori: Daily Life · Inu (犬) · Jumatan · Neko (猫)