午前 の 日記

Jejak langkah jalan sunyi

Archive for Juli 2008

Orang Utan

with 11 comments

Saya iseng-iseng membuka lembaran lama, arsip di YM pake Neda Nama – Yahoo Messenger Archive Decoder. Eh ternyata ada beberapa cetingan lucu dan membikin saya tertawa kembali. Senangnyaa. Berikut ini adalah salah satunya. Saya saat itu baru selesai nonton film dokumenter tentang penyelamatan satwa Orang Utan di Kalimantan yang diikuti oleh Julia Robert.

gzn: ternyata si Julia robert suka orang utan ;))
gzn: sampe dibela-belain datang ke kalimantan
!jk: makanya, km jgn berkecil hati
!jk: sbg orang utan
!jk: :(|)
gzn: huahaha

fin!

Written by Agust

Juli 17, 2008 at 11:05

Ditulis dalam Daily Life

Tagged with , ,

Menyeberang

with 4 comments

Saya termasuk orang yang tidak pinter (tidak punya nyali) untuk nyebrang jalan. Apalagi jalan tersebut ramai sesak oleh kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi. Maklum, refleks kaget saya kadang aneh, malah mengikut ke mana kendaraan akan lewat. Kan nggak lucu kalau saya nyebrang trus ketabrak, trus almarhum, trus di nisan saya ditulis: “orang bego yang nggak lulus nyebrang jalan” 1. Jadi, saya harus super hati-hati kalo mau nyebrang jalan.

Lain saya lain pula kucing. Petang itu, setelah adzan maghrib dikumandangkan, ketika kegelapan mulai menyelimuti sudut kota, ketika ayam-ayam mulai rabun, ada seekor kucing dan anaknya hendak menyeberang jalan Wastu Kencana yang ramai. Kita tahu kalau jalan Wastu Kencana ini satu arah, sehingga kendaraan yang lewat situ cenderung ngebut. Selamatkah dia sampai di seberang jalan?

Saya juga penasaran. Akhirnya saya tungguin itu kucing nyebrang. “Tap-tap”, kucing tersebut melangkah dengan pastinya. Seakan-akan tidak memperdulikan kendaraan yang lalu-lalang. Jangan-jangan dia santai karena merasa punya sembilan nyawa. Kalau mati satu, masih punya delapan nyawa cadangan. Eits, ada motor melaju kencang mendekati kucing itu. “Nabrak, nabrak, nabrak”, dalam hatiku [diam-diam saya jadi orang yang kejam]. Selisih beberapa langkah dari kucing itu, si motor dengan lincahnya bermanuver menghindar dan si kucing selamat sampai di tengah jalan.

Masih setengah perjalan, si kucing tanpa istirahat langsung meneruskan perjalanan. Tidak lama kemudian datanglah taksi dengan kecepatan tinggi. Ini yang agak tricky dan semakin membuat saya deg-degan. Jangan-jangan dia nggak lihat, karena suasana remang-remang seperti ini justru membuat terlena. Tanpa dinyana dan diduga, ternyata taksi tersebut mengerem mendadak sampai keluar bunyi “ciit” dan untungnya taksi itu bisa berhenti beberapa jengkal dari kucing yang masih berjalan dengan santainya. “Keren!”, pikir saya.

Yaa, berakhirlah drama di petang itu. Untung saja tidak terjadi kecelakaan. Konon katanya, ada mitos kalau nabrak kucing (sampai kucingnya mati) dia akan dapat bencana. Mulai dari kendaraannya macet, sampai dia si manusia kecelakaan pula. Berbeda halnya di Amerika (U-Ass-A), menurut suatu majalah [duh, lupa namanya plus lupa pula edisi kapan] ada binatang yang menjadi ‘pembunuh’ nomor satu di sana. Kira-kira binatang apakah itu? Aligator? Ular derik? Ternyata bukan. Jawabannya adalah kijang atau rusa. Kok bisa? Kijang-kijang ini tenyata suka menyeberang jalan. Entah karena lihat rumput tetangga yang lebih hijau atau hanya sekedar safari. Pas dia nyebrang, ada mobil yang lewat & terjadilah kecelakaan maut itu. Kecelakaan yang merenggut nyawa penunggang mobil.

fin!

1 Nyontek AIMA hal. 32 tentang omniscience.

Written by Agust

Juli 14, 2008 at 17:59

Ditulis dalam Daily Life, Sampah

Tagged with ,

Lagi Musim

with 5 comments

lagi musim

Kalo bicara cuaca, khususnya suhu udara, Bandung sedang wayah bediding. Super dingin kalo pagi hari. Saya jadi semakin punya alasan untuk malas-malasan dan tirakat untuk tidak mandi (aslinya emang males mandi :p). Lha wong dingin gini je, sedingin Siberia. Ditambah lagi kadang-kadang ada angin kencang.

Musim kedua adalah musimnya orang merit (atau perasaan saya aja ya?). Minggu ini aja ada tiga teman SMA yang melangsungkan hajatan sakral ini. Ditambah lagi beberapa selebritis kita, juga tidak mau ketinggalan. Ada apa gerangan? Lagi musimnya Om. Halah!

Musim ketiga adalah musim orang bangun rumah (memugar rumah). Ada bebarapa rumah di sekitar kost yang sedang dipugar. Itu beberapa minggu yang lalu, sekarang sudah pada selesai dan nampak lebih bagus.

Oiya, ada tulisan bagus di SciAm tentang nge-blog. Enjoy!

Written by Agust

Juli 7, 2008 at 21:43

Ditulis dalam Daily Life, Soliloquy

Tagged with ,