午前 の 日記

Jejak langkah jalan sunyi

Archive for Agustus 2008

Requiem

They say that death is a tragedy
It comes once and then it’s over *)

Kalau memang dia itu bernama tragedi,
semoga dia tidak “kasar” ketika menjemput Sampean.
Toh, momen tersebut sudah berlalu dan tidak perlu ditakuti lagi.
Kalau memang dia sebagai wisuda atas kesabaran Sampean selama ini,
semoga Sampean lulus dengan hasil melebihi yang Sampean harapkan.
Sampean sudah banyak melalui derita itu.
Sampean berhak menikmati kerja keras itu.

Tentu saya juga bersedih.
Itu bagian dari kemanusiaan saya.
Tapi apa kesedihanku, kesedihannya,
dan kesedihan orang-orang itu akan membawa Sampean kembali?

Bukan. Sampean tidak butuh kembali.
Sampean hanya perlu tempat yang lebih baik.
Tempat yang tidak mengharuskan Sampean,
cuci darah tiap beberapa minggu sekali.

*) potongan lagu Heart Like a Wheel by the Corrs

Written by Agust

Agustus 29, 2008 at 13:36

Ditulis dalam Daily Life, Soliloquy

Tagged with ,

Akhirnya

with 2 comments

Setelah menyala belasan hari, akhirnya komputer (WindBlows XP SP2) yang saya pakai KO juga. Tanpa banyak cakap, diam-diam dia mulai melambat, dan sampai lambat banget. Sampai-sampai Alt+Tab aja memakan waktu beberapa detik. Akhirnya saya nggak tega (aslinya nggak sabar nungguin) saya bunuh itu komputer dengan paksa.

Untungnya setelah mati sebentar, dia bisa hidup lagi seperti sedia kala. Selamat menempuh tugas-tugas mulia untuk beberapa hari ke depan. Dirgahayu Republik Indonesia. Apa hubungannya??

fin!

Written by Agust

Agustus 22, 2008 at 22:39

Ditulis dalam Daily Life, Komputer

Tagged with

Rupa-rupa

with 3 comments

“Ow cewek toh. Mungkin takut kecanthol sama cantholan-nya bule di Bali kuwi.” Tadi siang saya dapet quote seperti itu. Ketawa toh saya.

Rembulannya sedang terang benderang. Saatnya bikin puisi (Halah). Perpaduan antara cuaca yang cerah dan saatnya padhang mbulan. Padahal kemarin baru aja turun ujan. Tapi sayang, nggak satu puisi yang dihasilkan. Aku kan bukan pujangga.

Sudah 17 Agustus 2008. Happy Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia. Sekali di Udara Tetap di Udara [lho, kok jadi RRI?]. Kalo pas kemerdekaan gini, isyu yang diangkat biasanya para pahlawan yang nasibnya terbelakang, di bawah garis kemiskinan, sakit-sakitan, dan hampir terlupakan. Pokoknya miris lah.

Beres-beres kamar, masih bermasalah dengan yang namanya debu. Harus nabung ki buat beli vacuum cleaner. Saatnya melawan debu-debu beterbangan.

Written by Agust

Agustus 17, 2008 at 00:32

Ditulis dalam Daily Life, Soliloquy

Tagged with ,