午前 の 日記

Jejak langkah jalan sunyi

Archive for November 2008

SongBird

with 4 comments

Ini bukan kisah tentang nyanyian (kicauan) burung yang kita dengarkan di pagi hari (emang masih ada burung yang berkicau di pagi hari di kota ini?). Tapi ini kisah tentang pemutar audio (musik) yang bernama SongBird. Mungkin sampean-sampean sudah familiar dengan program ini, tapi kalo saya masih baru dengan si SongBird ini. Paling tidak saya masih gumun dengan fitur-fitur yang ditawarkan.

Player ini memosisikan diri sebagai saingan berat si iTunes. Kenapa? Karna dia bisa jalan-jalan di OSX, di samping berjalan di Linux dan WindBlows. Plus, mendukung plugin yang berbasis pada Firefox (Skin juga dianggap sebagai plugin). Saya suka pada plugin lirik dan wikipedia. Jadi ketika suatu lagu dimainkan maka si SongBird langsung mencari lirik lagu tersebut sekaligus mencari informasi tentang penyanyinya melalui wikipedia. Very-very handy.

songbird

Dibandingkan dengan iTunes ternyata tidak semua fitur (saat ini) iTunes dimiliki si SongBird. Misalnya fitur sound check, uncheck selection, konversi ke format lain, dsb.

 

Glossary
Gumun=Terpukau.
Sampean=Anda.

Written by Agust

November 14, 2008 at 07:26

Ditulis dalam Komputer, Musik

Tagged with , , ,

Doa (Yang tidak Mengancam*)

with 7 comments

Engineer merupakan makhluk yang presisi. Setiap lorong kehidupannya penuh detail uraian serpihan pikirannya. Tapi kadang malah lupa dengan yang esensial. Seperti halnya yang terjadi di Jumat sore itu. Selepas shalat asyar, manusia itu langsung murmuring melafalkan wirid yang biasa ia baca sehabis shalat fardlu. Setelah itu dia langsung berdoa dengan khidmad (karena dia tahu kalau saat itu adalah saat yang mustajab, saat terkabulnya doa). Lantunan doa-doa itu adalah:

Ya Allah, saya butuh W380i. Bentuknya flip, ada kameranya, bisa muter lagu, bisa GPRS dan bisa basa jawa sehingga saya bisa ngejalanin shMessenger, biar saya tetap bisa YM-an di sana-sini. Sebenarnya sih saya pengen yang W980i, tapi kayaknya kemahalan. Jadi ya W380i saja sudah cukup. Saya sudah “marem” kok. Toh “simbak itu” juga pake W380i.

Ya Allah, saya butuh istri baru! Sampean kan tahu, saya belum punya istri sama sekali. Satu istri dulu juga cukup. Speknya se muslimah, berpenampilan menarik, menguasai .NET atau J2EE, diutamakan yang memiliki sertifikasi CCNA atau Oracle. Eh maaf, ketuker sama lowongan programmer di kantor saya.

Ya Allah, saya butuh lolos test S2 nih. Nggak enak sama si bos kalo sampai nggak lolos. “Isin aku rek”. Sampean kan tau juga kalo si bos sudah bela-belain “ngasih” uang buat pendaftaran.

Ya Allah, saya pengen punya rumah pohon seperti yang di New York Times itu lho. Nggak papa lah kalo saya nanti dipanggil tarsan, yang penting saya bisa nangkring di atas pohon itu sambil coding dan mendengarkan simbak Mariah Carey melantunkan lagu Bye Bye. Sesekali nyeruput teh anget atau kopi hitam dingin.

Nampaknya engineer ini kelupaan pada satu permintaan terpenting, yaitu minta diampuni dosa-dosanya.

*) Tidak ada hubungannya dengan film “Doa Yang Mengancam” yang diperankan oleh Aming. 😛

Written by Agust

November 9, 2008 at 23:42

Ditulis dalam Satire, Soliloquy

Tagged with

Afternoon Yak

with 6 comments

Sore ini masih ujan seperti kemarin-kemarin, untungnya tadi pagi matahari sempat memanasi bumi. Kangen juga euy sama hangatnya mentari itu. Lantas so what? Gara-gara ada secercah sinar di pagi tadi, cucian saya yang dijemur dari Kamis kemarin jadi kering 😀 Senangnya!

Cerita kedua, fuse yg ke kamarku(dan ruang tamu) ternyata cuma 4A. Akibatnya kalo kelebihan beban dikit langsung drop dan matilah si komputer dengan tiba-tiba. D’oh! Sial banget deh malam ini. Mosok buat nulis posting ini aja harus mengalami tiga kali listrik drop. What should I do? What should I do?(Diucapkang dengan gaya paniknya Homer) Kayaknya saya harus nyari sekring 10A untuk menggantikan yang 4A.

Cerita ketiga, akhirnya saya bisa maraton nonton dorama lagi. Sudah lama nggak nge-Dorama. Saatnya meremajakan spirit per-dorama-an saya. Pilihannya jatuh pada dorama Mukodono (婿, son-in-law) 2003. Dulu sempat nonton Mukodono yang versi lainnya. Crita utamanya tetep sama: selebriti (seorang penyanyi sekaligus pemain dorama) yang jatu cinta pada orang biasa dan akhirnya memutuskan untuk menikahinya. Agar karirnya tidak terganggu, pernikahan ini harus dirahasiakan. Bagaimana selebriti ini menyimpan rahasia pernikahannya, serta bagaimana gambaran kejamnya dunia perselebritian? Silakan dipun pirsani piyambak!

Cerita keempat, gosip-gosipnya jadwal eksekusi Amrozi dkk akan segera diumumkan. Lantas so what? Temanku yang di Lamongan bilang: saat ini kampungnya jadi rame gara-gara banyak wartawan yang ngeliput di sana. Saran saya: sampean buka parkiran aja, ato jualan es dawet ental (es siwalan) di sana. Kan masih musim kemarau di sana! :p

Written by Agust

November 2, 2008 at 23:49

Ditulis dalam Daily Life, Murmuring

Tagged with ,