午前 の 日記

Jejak langkah jalan sunyi

Archive for the ‘Inu (犬)’ Category

Teru teru bozu

with 3 comments

Hujan yang hampir tiap hari membuat saya merindukan sinar mentari. Apa pasal, padahal di kampung saya (LAmongan sana), si hujan masih ditunggu-tunggu kedatangannya? Perkaranya sepele sebenarnya: cucian saya tak kunjung kering plus ketika humidity+suhu mencapai level tertentu hidung saya mampet. D’oh! Lama-lama nanti saya tergoda ikut-ikutan bikin teru-teru bozu sebagai jimat pengusir hujan, kemudian ikut-ikutan menyanyikan lagu di bawah ini. Hmm, I hope not!

Jepang:
てるてるぼうず、てるぼうず
明日天気にしておくれ
いつかの夢の空のように
晴れたら金の鈴あげよ
Romawi:
Teru-teru-bōzu, teru bōzu
Ashita tenki ni shite o-kure
Itsuka no yume no sora no yō ni
Haretara kin no suzu ageyo
Artinya:
Teru-teru-bozu, teru bozu
Do make tomorrow a sunny day
Like the sky in a dream sometime
If it’s sunny I’ll give you a golden bell
 
てるてるぼうず、てるぼうず
明日天気にしておくれ
私の願いを聞いたなら
甘いお酒をたんと飲ましょ
Teru-teru-bōzu, teru bōzu
Ashita tenki ni shite o-kure
Watashi no negai wo kiita nara
Amai o-sake wo tanto nomasho
Teru-teru-bozu, teru bozu
Do make tomorrow a sunny day
If you make my wish come true
We’ll drink lots of sweet rice wine
 
てるてるぼうず、てるぼうず
明日天気にしておくれ
もしも曇って泣いてたら
そなたの首をちょんと切るぞ
Teru-teru-bōzu, teru bōzu
Ashita tenki ni shite o-kure
Moshi mo kumotte naitetara
Sonata no kubi wo chon to kiru zo
Teru-teru-bozu, teru bozu
Do make tomorrow a sunny day
But if it’s cloudy and you are crying (i.e. it’s raining)
Then I shall snip your head off

 

Inilah tampang jimat pengusir hujan itu (hasil modifikasi):
Tampang lain

Written by Agust

Februari 7, 2010 at 20:43

Ditulis dalam Daily Life, Inu (犬), Neko (猫)

Tagged with

QoD

with one comment

My first program taught me a lot about the errors that I was going to be making in the future, and also about how to find errors. That’s sort of the story of my life, making errors and trying to recover from them. I try to get things correct. I probably obsess about not making too many mistakes.

— Diambil dari The ‘Art’ of Being Donald Knuth.

Written by Agust

Februari 21, 2009 at 12:16

QoD?

with 6 comments

If you want to study, go to London.
If you want to eat something good, go to Paris.
If you want to want to buy clothes, go to Milan.
If you want to listen to music, go to Vienna.
If you want to dance, go to Rio.
If you want to die… please come to my hospital.

Written by Agust

Januari 7, 2009 at 14:00

Ditulis dalam Inu (犬), Neko (猫), Soliloquy

Nyidam Sari

leave a comment »

Waljinah’s Version

Umpomo sliramu sekar melati,
aku kumbang nyidam sari.
Umpomo sliramu margi wong manis,
aku kang bakal ngliwati.

Seneksen lintange luku,
semono janji prasetyaning ati.
Tansah kumanthil ing netro rinoso,
kroso rasaning ndriyo.

Chorus:
Mibero sak jagad royo,
kalingono wukir lan samudro.
Ora ilang memanise,
aduuh, dadi ati sak lawase.
..
Nalika niro ing wengi,
atiku lamlamen marang sliramu.
Nganti mati takkan biso lali,
lha kae lintange wluku.

Chorus

Meskipun orang jawa, ternyata saya tidak begitu mengerti arti bait-bait lagu yang ditembangkan simbok Waljinah itu. Syukur-syukur nggak salah apa yg saya dengar & tuangkan dalam tulisan. Benar-benar menggelikan, sampai dibela-belain belajar sama James Gosling hanya untuk belajar basa Java. Ups, itu kan bahasa makhluk lain bikinan manusia.

Have a nice weekend! Sudahkah Sampean men-campursari hari ini?

Written by Agust

Januari 3, 2009 at 17:08

Syubbiha Lahum

with 2 comments

Saat ini hampir semua operator seluler di negara ini telah menyediakan layanan paket data. Minimal GPRS, yang jangkauannya sampai ke pelosok desa. Akibatnya teman saya yang ada di kampung sana bisa menikmati layanan itu dan bisa YM-an sama saya. Boring dikit langsung buka YM dan voila, teman-teman yang berjauhan secara geografis langsung terhubung dengan kita. Chit-chat pun segera terselenggara.

Tak terkecuali siang itu, teman saya mengikuti kondangan di pernikahan salah satu saudaranya. Seperti biasa, ritual kondangan di kampung saya suka ngaret. Misalnya di undangan tertera “acara dimulai pukul 9.00 WIB”, ternyata acara dimulai pukul 10.30 atau paling sial menunggu sampai sekian persen undangan datang. Mirip angkot yang sedang ngetem. Jadi wajar kalau siang itu teman saya super boring. Sebagai teman boring, dia kemudian membuka “kotak ajaib” dan memulai menyapa saya.

Ndi, aku lagi melu kondangan ki. Bosen rek! Guess what! Aku lungguh sebelahe bapakmu. Arep kirim salam ta?
(Ndi, aku sedang ikut resepsi pernikahan ni. Bosan banget ternyata. Coba tebak! Aku duduk di sebelah bapakmu lho. Mau saya salamin?).

Lho, Bapakku kan lagi OTW ke Bandung. Mo ikut wisudaan anaknya. Coba lihat lebih seksama, kalo perlu ajak ngobrol, tukeran nomor HP kek, pokoknya apa saja yang membuktikan bahwa dia bapak saya. Hehehe.

Sore harinya, dengan agak malu-malu dia bilang ke saya (via YM tentunya). Ternyata yang duduk di sebelahnya itu pakdenya yang tinggal di desa sebelah. Alamaaak! Keluarga sendiri nggak tau, masih saudara ortu pula. Kebangeten!

Nampaknya saya tidak sekali ini berhadapan dengan kasus “salah orang”. Idul Fitri tahun ini (2008), justru terjadi pada saya. Banyak kerabat yang salah mengenali saya. Kebetulan adik saya yang nomor dua tidak lebaran bersama tahun ini, jadi saya disangka adik saya itu. Anehnya, yang salah mengenali ini justru kerabat yang muda-muda – paman, bibi, sepupu bapak-ibu. Sedangkan generasi tua – saudara kakek-nenek serta satu kakek yang tersisa – malah bisa mengenali saya dengan baik dan benar. D’oh! Mungkin karena saya jarang pulang dan berinteraksi dengan mereka, sehingga saya jadi makhluk mitologi yang tidak mungkin ditemui di saat-saat seperti itu. Nah lho!

Mungkin bersambung..

Written by Agust

Desember 28, 2008 at 17:53

Ditulis dalam Inu (犬), Murmuring, Neko (猫)

Periksa Bawaan Anda

leave a comment »

Ada yang menarik pada khutbah Jumat siang tadi. Tema yang bersesuaian dengan akhir tahun. Apa itu? Persiapan menyambut tahun baru serta evaluasi terhadap kinerja kita selama setahun.

Perjalanan hidup kita makin tahun tentunya makin mendekati dengan kematian. Ibarat suatu perjalanan, umur kita sekarang adalah jarak yang sudah ditempuh, sedangkan sisa umur kita adalah jarak yang masih harus kita lewati. Apa yang dibutuhkan dalam perjalan? Tentunya bekal. Bekal yang menunjang perjalanan. Kita perlu jeli dengan bawaan kita. Jangan-jangan kita membawa barang yang tidak kita butuhkan dan mengganggu perjalan. Lebih sial lagi kalo ternyata isi bekal kita adalah sampah yang mengandung kuman penyakit. Jangan-jangan secara tidak sadar kita yang mengumpulkan bekal yang berupa hazardous waste.

 

Selamat jalan Pak Suparsun! Tetanggaku di kampung, bapak dari teman karibku, serta teman main catur pas ronda. Semoga Allah mengampuni dan menyayangi Sampean, serta mengangkat derajat keluarga yang ditinggalkan. Saya kaget, kok Sampean tiba-tiba saja perginya.

Written by Agust

Desember 27, 2008 at 02:33

Hari ini!

leave a comment »

Selamat Hari Ibu, Bagi Yang Merayakannya 🙂

I will never ever be a mother!

Written by Agust

Desember 22, 2008 at 19:22

Ditulis dalam Daily Life, Inu (犬), Neko (猫)